Blog Khusus Untuk Masyarakat Kab.Madina

Maju bersama untuk Kab.Madina

Buang Air Besar Harus Menggali Tanah

Posted by kabmadina on August 14, 2008

Warga Kunkun Minta Pemkab Madina Bangun MCK

PANYABUNGAN-RAKYAT MADANI

Warga Desa Kunkun Kecamatan Natal mendesak Pemkab Mandailing Natal (Madina) membangun setidaknya dua unit MCK (Mandi Cucu Kakus) di desa pantai itu akibat ketiadaan fasilitas umum. Sebab, untuk keperluan buang air besar misalnya banyak warga harus menggali tanah sebagai wc.

Selain itu tingkat penderita penyakit kulit di desa itu sangat tingggi sebagai dampak tidak adanya fasilitas air bersih. Kondisi ini sudah lama dirasakan masyarakat yang hingga kini belum ada terlihat upaya dari pemerintah daerah.

Ketua Badan Perwakian Desa (BPD) Desa Kunkun, Jakmar kepada RAKYAT MADANI di Panyabungan, pekan lalu mengungkapkan, warga desa Kunkun sangat kesulitan untuk mandi, mencuci dan keperluan buang air akibat ketiadaan fasilitas umum yang diperlukan. Hanya sebagian kecil penduduk yang memiliki MCK pribadi di kediaman masing-masing.

Sebagian besar penduduk, kata Jakmur sama sekali tak mampu membangun MCK pribadi akibat himpitan ekonomi keluarga yang umumnya berpendapatan pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari saja.

“Tidak banyak kepala keluarga yang mampu membangun MCK pribadi akibat sulitnya kehidupan. Pendapatan sebagai nelayan tak mampu untuk membangun MCK. Untuk itu, kita berjharap pemerintah daerah mengalokasikan dana di APBD Madina untuk membangun beberapa MCK di desa ini. Ya, paling tidak dua unitlah, itu sudah memadai,” sebut Jakmur.

Di hari dan tempat yang sama, Kepala Desa Kunkun, Tasmil menimpali bahwa ketiadaan fasilitas untuk cuci, mandi dan kakus di desa itu telah berdampak pada tingginya penderita penyakit kulit di kalangan warga.

Diungkapkannya, banyak warga harus membuang air besar di belakang-belakang rumah atau di pasir pantai dengan cara melobangi tanah ala kadarnya sebagai “tempat pembuangan” dadakan. Disebut dadakan karena ketika selesai buang air besar, tanah yang dilobangi di tutup kembali.

Dia menyatakan sangat prihatin dengan kondisi yang dihadapi warga tersebut yang sudah berlangsung dari dahulu kala yang hingga kini masih tetap berlangsung.. Dia berharap pemerintah daerah bisa membangun minimal dua unit MCK.

Tidak adanya fasilitas cuci dan mandi di desa itu juga diperparah sulitnya sumber air. Adapun air yang mengalir di kawasan desa itu hanya merupakan bentangan muara yang sulit dijangkau penduduk dan airnya juga terasa asin. (Dahlan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: