Blog Khusus Untuk Masyarakat Kab.Madina

Maju bersama untuk Kab.Madina

Tanah Wakaf Bersertifikat di Madina Masih 20,9 Persen

Posted by kabmadina on August 14, 2008

PANYABUNGAN-RAKYAT MADANI

Salah satu problem tanah wakaf di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) adalah persoalan masih banyaknya yang belum memiliki sertifikat. Dari total 1183 jumlah petak tanah wakaf di Madina, yang sudah bersertifikat masih 271 lokasi atau 20,9 persen. Sisanya 912 lokasi selain belum bersertifikat bahkan belum memiliki ikrar wakaf.

Demikian diungkapkan Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Madina, Damanik dalam pidato acara penyerahan sertifikat tahan wakaf keada nazir dan peresmian musalla Al Ikhlas di kompelek Kantor Depag Madina, beberapa waktu lalu Dikesempatan ini Bupati Madina Amru Daulay meresmikan musalla Al Ikhlas dan penyerahan simbolis sertifikat kepada sekitar 35 penerima.

Lebih lanjut Damanik menyatakan, rendahnya jumlah tanah wakaf yang belum bersertifikat merupakan hal yang memprihatinkan dan sangat jauh berada di bawah rata-rata di Provinsi Sumatera Utara yang umumnya saat ini rata-rata 44 persen yang sudah bersertifikat, serta amat jauh dari rata-rata nasional yang sudah mencapai 75 persen.

Berdasarkan data di Kandepag Madina, dari 1183 jumlah total tanah wakaf di Madina itu tersebar di 22 kecamatan dengan total luas keseluruhan 331.304,75 meter persegi yang diperuntukkan untuk mesjid 386 lokasi, musalla/langgar 303 lokasi, madrasah 204 lokasi, kuburan 225 lokasi dan kepentingan social lainnya 65 lokasi.

Dijelaskannya, tanah wakaf adalah harta yang disumbangkan seseorang atau keluarga atau kelompok untuk kepentingan umum dalam rangka pembinaan ummat. “Kebanyakan dari wakaf adalah dalam bentuk tanah, di atas tanah tersebut kemudian dibangun mesjid, madrasah, musalla, kuburan dan lain-lain untuk kepentingan kemaslahatan ummat Islam,” katanya.

Banyaknya, tanah wakaf yang belum bersertifikat, lanjut Damanik dikhawatirkan akan menimbulkan permasalah di masa-masa mendatang. “Misalnya adanya tanah wakaf yang tidak lagi diakui oleh ahli waris bahwa tanah itu telah diwakafkan almarhum leluhurnya karena tidak ada bukti-bukti hokum,” ujar Damanik.

Sebab, imbuh Damanik, nilai tanah dari segi ekonomi semakin hari semakin tinggi dan motif-motif bisnis pun akan menyeret tanah wakaf pada problem eksistensinya kedepan. Oleh karenanya, Kandepag Madina bekerja sama dengan BPN Madina pada tahun anggaran 2007 telah mensertifikatkan 50 lokasi tanah wakaf di Madina dengan dukungan dana DIPA Kanwil Depag Sumut. (Dahlan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: